Teori Coordinated Management of Meaning (CMM) atau biasa disebut dengan Teori Manajemen Makna Terkoodinasi. Teori ini dikembangkan oleh W. Barnett Pearce dan Vernon Cronen pada tahun 1980. Menurut Pearce dan Cronen, orang-orang berkomunikasi berdasarkan aturan. Aturan tersebut tidak hanya membantu kita dalam berkomunikasi, tetapi juga dalam menginterpretasikan apa yang dikomunika-sikan orang lain pada kita. Karena itu Pearce dan Cronen mencetuskan teori CMM (Coordinated Management of Meaning) ini. Dengan teori ini dapat membantu menjelaskan bagaimana individu saling menciptakan makna dalam sebuah percakapan.
Disini saya akan memberikan salah satu contoh dari teori tersebut:
Beberapa bulan yang lalu saya mengikuti kegiatam study media yang di selenggarakan oleh jurusan tempat saya berkuliah. Ketika sesampai di Bali, saya terkejut dengan orang-orang disana yang menyebutkan kata-kata "Memek" kepada wanita yang sudah cukup ber-usia. Karena di tempat saya berasal yaitu Bengkulu, kata-kata "Memek" adalah kata-kata yang tidak baik untuk di ucapkan. Lalu saya bertanya kepada pemandu wisata saya dan dia mengatakan bahwa jika di Bali, kata-kata "Memek" itu adalah sebutan untuk seorang Ibu. Disini terjadi perbedaan makna antara saya orang yang berasal dari luar Bali dan orang yang berasal langsung dari Bali. Apabila saya tidak bertanya kepada Pemandu Wisata tersebut mungkin telah terjadi perbededaan makna antara saya dan orang Bali tersebut
Tidak ada komentar:
Posting Komentar